
Dari sisa bahan organik menjadi eco-enzyme. Dari ban bekas menjadi tempat sampah. Dari panggung sederhana menjadi ruang untuk menyampaikan pesan. Di Kebun Binatang Surabaya, siswa Cita Hati menemukan berbagai cara untuk menunjukkan bahwa kepedulian terhadap satwa dan alam dapat dimulai dari aksi nyata.
Melalui kegiatan Green Shield & Theater Lily: Inspire Care for Animals and Nature pada 5 September 2026, sebanyak 38 siswa kelas 9–12 dari ekstrakurikuler Green Shield dan Theater Lily di Cita Hati Christian Senior School Citraland Campus hadir di Kebun Binatang Surabaya (KBS) untuk berbagi, belajar, dan memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitar. Mereka datang bukan sekadar membawa ide, tetapi juga berbagai aksi yang telah dipersiapkan dengan penuh kepedulian.
Siswa Green Shield memulai kegiatan dengan berbagi pengetahuan tentang eco-enzyme kepada perwakilan pegawai KBS. Mereka memperkenalkan proses pembuatan dan penggunaannya, sekaligus menyerahkan eco-enzyme yang telah mereka produksi untuk mendukung kebutuhan kebersihan dan perawatan kandang satwa.

Namun, kepedulian mereka tidak berhenti di sana. Para siswa juga berkeliling menyapa pengunjung KBS sambil membagikan bookmark berisi pesan tentang pentingnya mengelola sampah dengan lebih bertanggung jawab. Mereka juga memberikan tempat sampah yang dibuat dari ban bekas dan dihias sendiri oleh siswa, sehingga material yang sebelumnya tidak terpakai dapat kembali memiliki fungsi.
Di sisi lain, Theater Lily menyampaikan pesan yang sama melalui cara yang berbeda. Panggung terbuka Plaza KBS menjadi ruang bagi siswa untuk menampilkan drama, puisi, dan musik. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi wadah kreativitas, tetapi juga mengajak pengunjung menikmati suasana KBS sambil membawa pulang pesan tentang kepedulian terhadap satwa dan alam.
Yang membuat kegiatan ini semakin bermakna adalah proses di baliknya. Siswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi terlibat sejak mencari isu yang ingin diangkat, memikirkan solusi, mempersiapkan kegiatan, bekerja sama dengan pihak lain, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat. Bersama Kebun Binatang Surabaya dan Eco-Enzyme Nusantara, para siswa belajar bahwa memberikan dampak tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Terkadang, perubahan bisa dimulai dari sisa bahan organik, sebuah ban bekas, selembar bookmark, atau sebuah pertunjukan yang membuat seseorang berhenti sejenak dan memperhatikan. Karena ketika kepedulian diwujudkan menjadi aksi, hal-hal sederhana pun dapat menjadi langkah berarti untuk merawat satwa, alam, dan komunitas di sekitar kita.
